<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-10994924</id><updated>2011-04-21T14:52:59.039-07:00</updated><title type='text'>Abdul Ghani Kh</title><subtitle type='html'>Surga-Nya luas tak terkira, neraka-Nya seram tak terbayang, sedang amal ibadah bukan matematika, segeralah meminta ampunan dan rahmat-Nya.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://alkhalily.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10994924/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alkhalily.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>alkhalilyside</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13568945421973589744</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10994924.post-111897324446234525</id><published>2005-06-16T18:53:00.000-07:00</published><updated>2005-06-16T18:54:04.473-07:00</updated><title type='text'>"Peringatan Imam al-Ghazali"</title><content type='html'>"Peringatan Imam al-Ghazali" oleh Adian Husaini&lt;br /&gt;Kita sering jumpa masyarakat yang bangga "awam" dalam ilmu agama. Mereka bukan bodoh, tapi tak paham ilmu fardhu 'ain, dan ilmu yang fardhu kifayah. Baca Catatan Akhir Pekan ke-103 Adian Husaini, MA&lt;br /&gt;Tanggal 4 Juni 2005, saya datang ke IAIN Bandung,  memenuhi undangan seminar tentang sekularisme, liberalisme, dan pluralisme agama. Kampus IAIN Bandung sedang direncanakan untuk menjadi Universitas Islam Negeri (UIN), seperti halnya UIN Jakarta dan UIN Yogyakarta. Dalam berbagai diskusi saya dengan mahasiswa dan dosen di berbagai UIN dan IAIN, saya mempunyai kesimpulan, bahwa salah satu masalah mendasar yang dialami oleh kalangan akademisi dan perguruan tinggi Islam saat ini adalah masalah visi, misi, dan niat. Masalah visi dan misi terkait dengan pemahaman tentang konsep ilmu.&lt;br /&gt;Apa sebenarnya yang dimaksud dengan ilmu? Ilmu-ilmu apakah yang harus dipelajari, dan untuk apa mempelajari ilmu-ilmu tersebut.&lt;br /&gt;Pendidikan, pada dasarnya berkaitan dengan masalah ilmu. Apalagi masalah pendidikan agama, yang berkaitan dengan ilmu-ilmu agama (ulumuddin). Sudah bukan rahasia lagi, kekacauan konsep ilmu telah menyebabkan munculnya dampak yang sangat serius di kalangan kaum Muslim saatini.  &lt;br /&gt;Pada level perguruan tinggi, konsep keilmuan terpecah secara mendasar;  ilmu agama dan ilmu umum. Perguruan Tinggi dibentuk berdasarkan konsep yang sekular itu, sehingga lahirlah universitas/Institut Umum dan Universitas/Insititut Islam. Konsep dasar ini jelas sangat keliru, karena tidak berdasarkan pada konsep keilmuan Islam. Dari konsep yang salah ini, lahirlahpara cendekiawan yang terbelah, baik dalam cara berpikir, maupun dalam penguasaan keilmuan.&lt;br /&gt;Mahasiswa yang belajar teknik, kedokteran, ekonomi, komputer, geologi, dan sebagainya, tidak merasa wajib untuk mempelajari ilmu-ilmu agama.  Ia hanya merasa cukup sudah “beramal” dan “bersemangat” memperjuangkan Islam melalui aktivitas politik, sosial, ekonomi, dan sebagainya. Ia tidak merasa wajib untuk mempalajari ilmu-ilmu Islam, seperti Ushuluddin, bahasa Arab, Ulumul Qur’an, Ulumul hadits, ilmu fiqih, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Menurut perasaan mereka, mempelajari ilmu-ilmu agama seperti itu adalah tanggung jawab orang-orang pesantren, IAIN, dan semacamnya. Meskipun secara umum bisa dikatakan, rata-rata mahasiswa kedokteran, teknik, komputer, dan sebagainya, adalah manusia berotak cerdas, mereka tidak merasa wajib menggunakan akalnya untuk mempelajari dengan sungguh-sungguh bahasa Arab atau ulumuddin lainnya.  &lt;br /&gt;Mereka biasanya hanya suka mendengar ustad ceramah, seminggu sekali, atau sebulan sekali, atau melalui media radio/telivisi,  dengan tradisi “jiping” (ngaji kuping).&lt;br /&gt;Belajar agama dianggap sambilan, atau hanya sekedar mengisi waktu, dengan tenaga dan pikiran sisa. Mereka sanggup belajar bahasa Inggris, membayar mahal, dan bersungguh-sungguh mencurahkan pikirannya, untuk menguasai bahasa itu. Tetapi, ketika berhadapan dengan bahasa Arab, mereka merasa tidak berkepentingan sama sekali.&lt;br /&gt;Padahal, Imam Syafii  menjelaskan dalam Kitab Risalah, bahwa mempalajari bahasa Arab adalah fardhu 'ain, dan setiap orang Muslim wajib menguasai bahasa Arab, semaksimal mungkin, sesuai dengan kemampuannya. Artinya, adalah berdosa, jika seseorang tidak bersungguh-sungguh belajar bahasa Arab. Padahal, jika orang-orang cerdas mau bersungguh-sungguh menggunakan akalnya untuk menguasai bahasa Arab, mereka insyaallah bisa menguasainya, sebagaimana mereka mampu memguasai bahasa-bahasa asing lainnya.&lt;br /&gt;Biasanya, para profesional atau kaum cendekiawan berlatarbelakang “ilmu-ilmu umum”, senang dan bangga memelihara statusnya sebagai “orang awam” dalam agama. Meskipun sudah lulus kuliah berpuluh-puluh tahun, dan menjadi orang muslim sejak lahir, mereka senang mengucapkan, “saya ini awam dalam agama.” Jadilah ia awam seumur hidupnya dalam bidang-bidang ilmu agama, tetapi sangat pakar dalam ilmu-ilmu tertentu di bidang profesinya. &lt;br /&gt;Fenomena semacam ini sangat lazim kita jumpai. Mereka menjadi awam dalam ilmu-ilmu agama bukan karena otaknya bodoh, atau tidak punya waktu untuk belajar, tetapi lebih karena mereka tidak memahami konsepsi ilmu dalam Islam. Mereka tidak paham, mana ilmu yang fardhu 'ain, dan mana ilmu yang fardhu kifayah.&lt;br /&gt;Padahal, konsep ini telah dijelaskan dengan gamblang oleh Imam al-Ghazali melalui kitabnya yang terkenal “Ihya’ Ulumuddin”.&lt;br /&gt;Ilmu-ilmu yang berkaitan dengan masalah aqidah dan ibadah wajib, misalnya, termasuk ilmu yang fardhu ‘ain. Secara ringkas, ilmu yang fardhu ‘ain adalah ilmu yang diperlukan untuk mengamalkan kewajiban. Untuk orang-orang yang dikarunai akal yang cerdas, maka beban dan kewajiban untuk mengkaji keilmuan itu tentu lebih berat. Mereka seharusnya lebih mendalami ilmu-ilmu yang fardhu ‘ain, lebih daripada orang lain yang kurang kadar kecerdasan akalnya.&lt;br /&gt;Bagi kaum cendekiawan atau ulama, maka tanggung jawab mereka juga lebih berat. Disamping wajib mengetahui yang benar, mereka juga harus mengetahui ilmu tentang hal-hal yang bathil yang tersebar di tengah masyarakat. Sebab, kata al-Ghazali, orang yang tidak mengetahui kebathilan, ia akan terperosok di dalamnya.&lt;br /&gt;Ibarat seorang dokter, maka ulama wajib mengetahui ilmu tentang pengobatan dan sekaligus ilmu tentang penyakitnya.&lt;br /&gt;Maka, di masa lalu, para ulama Islam, disamping menguasai ilmu-ilmu keislaman dengan mendalam, mereka juga menguasai ilmu-ilmu tentang pemikiran kontemporer ketika itu. Dengan itulah para ulama bisa menjalankan fungsinya sebagai pewaris para nabi, dengan menjaga aqidah umat.&lt;br /&gt;Para ulama saat ini, misalnya, wajib memahami dengan mendalam masalah sekularisme, liberalisme, pluralisme, marxisme, dan sebagainya. Paham-paham inilah yang sekarang menguasai dunia dan mencengkeram benak kaum muslimin.&lt;br /&gt;Jika para ulama tidak menguasai masalah-masalah pemikiran kontemporer, maka mereka akan menjadi “penonton yang baik” di satu arena “pertarungan pemikiran” yang dahsyat. &lt;br /&gt;Mencari ilmu, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw, adalah wajib bagi setiap Muslim. Artinya, setiap hari, kaum Muslim seharusnya sibuk dalam aktivitas keilmuan. Tidak ada hari tanpa mengaji dan menambah ilmu, terutama ilmu-ilmu yang fardhu 'ain, maupun ilmu yang fardhu kifayah.&lt;br /&gt;Imam al-Ghazali mencontohkan, ilmu fardhu kifayah seperti ilmu kedokteran dan ilmu berhitung. Ilmu jenis ini diperkukan untuk tegaknya sistem masyarakat. Fardhu kifayah artinya, jika sebagian kaum Muslimin sudah menguasai ilmu itu, dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan masyarakat (kifayah), maka gugurlah kewajiban itu dari sebagian kaum muslimin lainnya.&lt;br /&gt;Tidak perlu semua anggota masyarakat menjadi dokter, dan tidak perlu semuanya pakar dalammatematika, teknik elektro, teknik komputer, teknik pesawat, dan sebagainya. Cukup sebagian kaum Muslimin yang menguasai bidang ilmu fardhu kifayah.&lt;br /&gt;Selain kesalahan dalam memahami konsepsi ilmu, masalah mendasar lainnya dalam masalah ilmu dan pendidikan adalah soal niat mencari ilmu. Imam al-Ghazali sudah mengingatkan dengan bahasa yang lugas dalam mukaddimah kitab “Bidayatul Hidayah”.&lt;br /&gt;Kata beliau,  jika seseorang mencari ilmu dengan maksud untuk sekedar hebat-hebatan, mencari pujian, atau untuk mengumpulkan harta benda, maka dia telah berjalan untuk menghancurkan agamanya, merusak dirinya sendiri, dan telah menjual akhirat dengan dunia. (Fa-anta saa’in ilaa hadmi diinika wa ihlaaki nafsika, wa bay’i aakhiratika bi dunyaaka).&lt;br /&gt;Bagi Imam al-Ghazali, ilmu adalah sesuatu yang sangat mulia, dan sebab itu terlalu murah  jika ilmu ditujukan untuk hal-hal yang sifatnya duniawi. Ilmu haruslah ditujukan untuk ibadah dan mencari hidayah Allah.&lt;br /&gt;Siapapun yang mencari ilmu dengan niat yang mulia seperti itu, kata beliau, maka para Malaikat akan melindungi pencari ilmu itu dengan membentangkan sayapnya; dan ikan-ikan di laut mendoakan si pencari ilmu yang ikhlas dalam langkahnya.&lt;br /&gt;Jika saat ini kita mengalami krisis ulama, dan pesantren serta kampus-kampus Islam tidak melahirkan ulama-ulama yang tangguh, maka kita perlu melakukan introspeksi ke dalam, apakah konsepsi ilmu dan niat dalam mencari ilmu sudah benar?&lt;br /&gt;Banyak jurusan dalam ilmu-ilmu agama dibentuk, dengan tujuan untuk mencari lapangan kerja. Mereka yang lulus, banyak yang  kemudian tidak tertarik untuk mengembangkan ilmunya lebih jauh, atau mengamalkan ilmunya untuk berdakwah, tetapi justru meniatkan ilmunya untuk mencari harta benda dunia, sebagaimana sudah diperingatkan oleh al-Ghazali.&lt;br /&gt;Yang lebih memprihatinkan, ada kampus-kampus yang sama sekali mengabaikan masalahilmu, dan mendirikan lembaga pendidikan sekedar jual beli gelar. Dari kampus-kampus semacam ini akan lahir orang-orang yang menyandang gelar tertentu tanpa keilmuan yang memadai.&lt;br /&gt;Peringatan Imam al-Ghazali ini sangat penting kita renungkan. Beliau menulis Kitab Ihya’ Ulumuddin dan Bidayatul Hidayah antara tahun 1096-1097, di saat awal-awal periode Perang Salib.&lt;br /&gt;Saat itulah kaum Muslimin mengalami krisis politik dan militer yang sangat serius, sehingga pasukan Salib (Crusaders) yang lebih rendah tingkat peradabannya mampu mengalahkan kaum Muslimin.&lt;br /&gt;Dengan penguasaan ilmu yang tinggi dan pencermatannya langsung ke beberapa wilayah kaum Muslimin, Al-Ghazali melihat pada problema yang paling mendasar yang harus dipecahkan umat Islam saat itu, yaitu masalah keilmuan dan keulamaan.&lt;br /&gt;Seperti kita bahas pada Catatan Akhir Pekan (CAP) yang lalu, tugas ulama adalah sebagai pewaris para Nabi. Mereka yang harus menjaga ilmu-ilmu agama agar tetap hidup dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Islam.&lt;br /&gt;Jika konsepsi Islam tentang ilmu dipahami dan dihayati oleh kaum Muslimin, terutama para tokoh-tokohnya, maka tidak mungkin kita mengalami krisis seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;Umat akan paham, mana yang wajib dilakukan terlebih dahulu dan mana yang menjadi prioritas kemudian. Tidak mungkin kita mengalami krisis pembelajaran dirosah islamiyah, dimana jurusan-jurusan agama (Fakultas Agama Islam) adalah jurusan terakhir yang dipilih mahasiswa muslim.&lt;br /&gt;Kemarin, saya berkunjung ke satu kampus di Jakarta. Ada data yang dianggap biasa: di kampus ini, jumlah mahasiswa jurusan komunikasi mencapai 400 orang, sementara mahasiswa jurusan agama hanya 15 orang. Itu pun adalah mereka-mereka yang diberi insentif untuk kuliah di situ. &lt;br /&gt;Biasanya, karena merupakan pilihan terakhir, maka yang masuk ke studi agama pun, kualitas mahasiswa yang kemampuan akalnya “pas-pasan”. Masalahnya lebih rumit lagi, setelah masuknya virus liberalisme-sekularisme ke dalam sistem pendidikan Islam.&lt;br /&gt;Virus ini otomatis melemahkan sendi-sendi pertahanan kaum Muslim, dan memunculkan masalah yang sangat pelik. Dari konsepsi yang keliru lahirlah sarjana yang keliru cara berpikirnya. Jika dulu paham ateisme disebarkan oleh kalangan Marxis-komunis, maka kini tidak sedikit sarjana dari kalangan studi Islam yang dengan bangga menyebarkan ateisme atau Marxisme, baik dalam bentuknya yang asli atau metamorfosisnya, seperti paham pluralisme agama atau “gender equality”. Mudah-mudahan peringatan Imam al-Ghazali dapat menjadi bahan renungan kita bersama, dalam upaya membangun peradaban Islam yang gemilang di masa mendatang. Amin. (Jakarta, 10 Juni 2005/hidayatullah.com).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10994924-111897324446234525?l=alkhalily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alkhalily.blogspot.com/feeds/111897324446234525/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10994924&amp;postID=111897324446234525' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10994924/posts/default/111897324446234525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10994924/posts/default/111897324446234525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alkhalily.blogspot.com/2005/06/peringatan-imam-al-ghazali.html' title='&quot;Peringatan Imam al-Ghazali&quot;'/><author><name>alkhalilyside</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13568945421973589744</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10994924.post-111467013000279942</id><published>2005-04-27T21:21:00.000-07:00</published><updated>2005-04-27T23:35:30.003-07:00</updated><title type='text'>Doa yang selalu dikabulkan</title><content type='html'>(Helvy Tiana Rosa)&lt;br /&gt;Pagi itu, 3 Mei 1998, dari Jakarta, saya diundang mengisi seminar di IAIN Sunan Gunung Djati, Bandung.  Saya duduk dibangku kedua dari depan sambil menunggu kedatangan pembicara lain, Mimin Aminah, yang belum saya kenal. Jam sembilan tepat, panitia menghampiri saya dan memperkenalkan ia yang baru saja tiba. Saya segeraberdiri menyambut senyumnya yang lebih dulu merekah.Ia seorang yang bertubuh besar, ramah, dalam balutan gamis biru dan jilbab putih yang cukup panjang. Kami berjabat tangan erat, dan saat itu tegas dalam pandangan saya dua kruk (tongkat penyangga yang dikenakan-nya) serta sepasang kaki lemah dan kecil yang ditutupi kaoskaki putih.Sesaat batin saya hening, lalu melafazkan kalimat takbir dan tasbih. Saat acara seminar dimulai, saya mendapat giliran pertama.Saya bahagia karena para peserta tampak antusias.Begitujuga ketika giliran Mimin tiba.Semua memperhatikan dengan seksama apa yangdisampaikannya. Kata-kata yang dikemukakannya indah dengan retorika yang menarik. Wawasannya luas, pengamatannya akurat. Saya tengah memandang wajah dengan pipi merah jambu itu saat Mimin berkata dengan nada datar. "Saya diuji Allah dengan cacat kaki ini seumur hidup saya."Ia tersenyum. "Saya lahir dalam keadaan seperti ini.Mungkin banyak orang akan pesimis menghadapi keadaan yang demikian, tetapi sejak kecil saya telah memohon sesuatu pada Allah. Saya berdoaagar saat orang lain melihat saya, tak ada yang diingat dan disebutnya kecuali Allah," Ia terdiam sesaat dan kembali tersenyum. "Ya, agar mereka ingat Allah saat menatap saya. Itu saja." Dulu tak ada orang yang menyangka bahwa ia akan bisa kuliah. "Saya kuliah di Fakultas Psikologi," katanya seraya menambahkan bahwateman-teman pria dan wanita di Universitas Islam Bandung-tempat kuliahnya itu-senantiasa bergantian membantunya menaiki tangga bila kuliah diadakan di lantai dua atau tiga. Bahkan mereka hafal jam datang serta jam matakuliah yang diikutinya. "Di antara mereka ada yang membawakan sebelah tongkat saya, ada yang memapah, ada juga yang menunggu di atas," kenangnya. Dan civitas academica yang lain? Menurut Mimin ia sering mendengar orang menyebut-nyebut nama Allah saat menatapnya. "Mereka berkata: Ya Allah, bisa juga ya dia kuliah," senyumnya mengembang lagi. "Saya bahagia karena mereka menyebut nama Allah. Bahkan ketika saya berhasil menamatkan kuliah, keluarga, kerabat atau teman kembali memuji Allah.Alhamdulillah, Allah memang Maha Besar. Begitu kata mereka."  Muslimah bersahaja kelahiran tahun 1966 ini juga berkata bahwa ia tak pernah ber-mimpi akan ada lelaki yang mau mempersuntingnya. "Kita tahu, terkadang orang normal pun susah mendapatkan jodoh, apalagi seorang yang cacat seperti saya. Ya tawakal saja." Makanya semua geger, ketika tahun 1993 ada seorang lelaki yang saleh, mapan dan normal melamarnya. "Dan lagi-lagi saat walimah, saya dengar banyak orang menyebut-nyebut nama Allah dengan takjub. Allah itu maha kuasa, ya. Maha adil! Masya Allah, Alhamdulillah, dan sebagainya," ujarnya penuh syukur. Saya memandang Mimin dalam. Menyelami batinnya dengan mata mengembun. "Lalu saat saya hamil, hampir semua yang bertemu saya, bahkan orang yang tak mengenal saya, menatap takjub seraya lagi-lagi mengagungkan asma Allah.Ketika saya hamil besar, banyak orang menyarankan agar saya tidak ke bidan, melainkan ke dokter untuk operasi. Bagaimana pun saat seorang ibu melahirkan otot-otot panggul dan kaki sangat berperan. Namun saya pasrah.  Saya merasa tak ada masalah dan yakin bila Allah berkehendaksemua akan menjadi mudah. Dan Alhamdulillah, saya melahirkan lancar dibantu bidan," pipi Mimin memerah kembali. "Semua orang melihat saya dan mereka mengingat Allah. Allahu Akbar, Allah memang Maha Adil, kata mereka berulang-ulang." Hening. Ia terdiam agak lama. Mata saya basah, menyelami batin Mimin. Tiba-tiba saya merasa syukur saya teramat dangkal dibandingkannikmatNya selama ini. Rasa malu menyergap seluruh keberadaan saya.Saya belum apa-apa.  Yang selama ini telah saya lakukan bukanlah apa-apa. Astaghfirullah. Tiba-tiba saya ingin segera turun dari tempat saya duduk sebagai pembicara sekarang, dan pertamakalinya selama hidup saya, saya menahan airmata diatas podium. Bisakah orang ingat pada Allah saat memandang saya, seperti saat mereka memandang Mimin? Saat seminar usai dan Mimin dibantu turun dari panggung, pandangan saya masih kabur. Juga saat seorang (dari dua) anaknya menghambur ke pelukannya.Wajah teduh Mimin tersenyum bahagia, sementara telapak tangan kanannya berusaha membelai kepala si anak. Tiba-tiba saya seperti melihat anak saya, yang selalu bisa saya gendong kapan saya suka. Ya, Allah betapa banyak kenikmatan yang Kau berikan padaku.  Ketika Mimin pamit seraya merangkul saya dengan erat dan berkata betapa dia men-cintai saya karena Allah, seperti ada suara menggema di seluruh rongga jiwa saya. "Subhanallah, Maha besar Engkau ya Robbi, yang telah memberi pelajaran pada saya dari pertemuan dengan hambaMu ini.Kekalkanlah persaudaraan kami di Sabilillah. Selamanya. Amin." Mimin benar.  Memandangnya, saya pun ingat padaNya. Dan cinta saya pada Sang Pencipta, yang menjadikan saya sebagaimana adanya, semakin mengkristal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10994924-111467013000279942?l=alkhalily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alkhalily.blogspot.com/feeds/111467013000279942/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10994924&amp;postID=111467013000279942' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10994924/posts/default/111467013000279942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10994924/posts/default/111467013000279942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alkhalily.blogspot.com/2005/04/doa-yang-selalu-dikabulkan.html' title='Doa yang selalu dikabulkan'/><author><name>alkhalilyside</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13568945421973589744</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10994924.post-111303929187242754</id><published>2005-04-09T02:34:00.000-07:00</published><updated>2005-04-09T02:34:51.873-07:00</updated><title type='text'>Ingin Menulis</title><content type='html'>Menulis bagi saya boleh jadi merupakan sesuatu yang menakutkan…&lt;br /&gt;Bukan apa-apa..&lt;br /&gt;Karena saya pernah ditanya begini oleh atasan saya:&lt;br /&gt;“Kamu sebenarnya mau nulis apa sih?”&lt;br /&gt;Oleh karena itu, saya coba untuk menulis di blog ini…&lt;br /&gt;Dan saya ingin sekali belajar menulis.. seperti saudara-saudari disini..&lt;br /&gt;Semakin banyak teman, tentu banyak idea yang didapat&lt;br /&gt;Semakin luas pengetahuan, bukankah akan membuat kita akan lebih bijaksana?&lt;br /&gt;Mengerti isi kepala, mengerti isi hati, mengerti latar belakang, mengerti kenapa-kenapanya&lt;br /&gt;tentulah membuat pertimbangan yang kita lakukan lebih arif, adil dan tepat pada tempatnya (tidak zhalim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun adakalanya isi kepala kita teracuni oleh misi-misi jahil yang ingin membelokan kita dari rel Islam,&lt;br /&gt;Sudilah kiranya saudara-saudariku disini berkenan berbagi isi kepala dan isi hati terutama mengenai tulisan dan keislaman…&lt;br /&gt;Walaupun sekedar menyapa dengan ucapan yang disunnahkan tuk sesama kaum muslimin “Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, temen2 ngerti ato ga ya, maksud tulisan di atas?&lt;br /&gt;Wallahualam bishowab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaykum warahamtullahi wabarakatuh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10994924-111303929187242754?l=alkhalily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alkhalily.blogspot.com/feeds/111303929187242754/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10994924&amp;postID=111303929187242754' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10994924/posts/default/111303929187242754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10994924/posts/default/111303929187242754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alkhalily.blogspot.com/2005/04/ingin-menulis.html' title='Ingin Menulis'/><author><name>alkhalilyside</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13568945421973589744</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10994924.post-111137824183611311</id><published>2005-03-20T20:00:00.000-08:00</published><updated>2005-03-20T20:10:41.836-08:00</updated><title type='text'>Surat Untuk Dada</title><content type='html'>Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai syeikh Dada,&lt;br /&gt;Bagaimana keadaanmu...&lt;br /&gt;Berminatkah dikau dengan website contoh ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10994924-111137824183611311?l=alkhalily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alkhalily.blogspot.com/feeds/111137824183611311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10994924&amp;postID=111137824183611311' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10994924/posts/default/111137824183611311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10994924/posts/default/111137824183611311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alkhalily.blogspot.com/2005/03/surat-untuk-dada.html' title='Surat Untuk Dada'/><author><name>alkhalilyside</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13568945421973589744</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10994924.post-111122292057780418</id><published>2005-03-19T00:57:00.000-08:00</published><updated>2005-03-19T01:02:00.576-08:00</updated><title type='text'>Susah Sedikit</title><content type='html'>Nun di sana cita-cita kita&lt;br /&gt;Yaa akhirat namanya&lt;br /&gt;Disini dunia bukan tempat tinggal&lt;br /&gt;Disni hanya sebentar tidak kekal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubahlah niat dari sekarang&lt;br /&gt;Tukar sikap kita yang merugikan&lt;br /&gt;Qur'an dan Sunnah jadikan panduan&lt;br /&gt;Agak esok kita tidak menyesalkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar susah sedikit karena Tuhan&lt;br /&gt;Untuk menghindar kesusahan yang besar&lt;br /&gt;Yang tidak sanggup ditanggung badan&lt;br /&gt;Ambilah i'tibar kalau mau sadar...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10994924-111122292057780418?l=alkhalily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alkhalily.blogspot.com/feeds/111122292057780418/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10994924&amp;postID=111122292057780418' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10994924/posts/default/111122292057780418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10994924/posts/default/111122292057780418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alkhalily.blogspot.com/2005/03/susah-sedikit.html' title='Susah Sedikit'/><author><name>alkhalilyside</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13568945421973589744</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10994924.post-110999253360951633</id><published>2005-03-04T19:14:00.000-08:00</published><updated>2005-03-04T19:15:33.610-08:00</updated><title type='text'>Duhai Ahmad</title><content type='html'>Assalamu'alaikum ...&lt;br /&gt;Wa'alaykumussalam jawab Ahmad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ahmad ada disampingku&lt;br /&gt;dia sedang memandangi blog-ku...&lt;br /&gt;ada apa ya?&lt;br /&gt;hingga ia begitu tertarik..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10994924-110999253360951633?l=alkhalily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alkhalily.blogspot.com/feeds/110999253360951633/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10994924&amp;postID=110999253360951633' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10994924/posts/default/110999253360951633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10994924/posts/default/110999253360951633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alkhalily.blogspot.com/2005/03/duhai-ahmad.html' title='Duhai Ahmad'/><author><name>alkhalilyside</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13568945421973589744</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10994924.post-110990704762294733</id><published>2005-03-03T19:26:00.000-08:00</published><updated>2005-03-03T20:28:27.653-08:00</updated><title type='text'>Bagai Sang Surya Menyinari Dunia</title><content type='html'>Kasih Ibu kepada beta&lt;br /&gt;Tak terhingga sepanjang masa&lt;br /&gt;Hanya memberi tak harap kembali&lt;br /&gt;Bagai sang surya menyinari dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayaani shoghiroo&lt;br /&gt;Ya Allah ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku dan&lt;br /&gt;sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami di waktu kecil&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10994924-110990704762294733?l=alkhalily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alkhalily.blogspot.com/feeds/110990704762294733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10994924&amp;postID=110990704762294733' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10994924/posts/default/110990704762294733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10994924/posts/default/110990704762294733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alkhalily.blogspot.com/2005/03/bagai-sang-surya-menyinari-dunia.html' title='Bagai Sang Surya Menyinari Dunia'/><author><name>alkhalilyside</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13568945421973589744</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10994924.post-110905293272929642</id><published>2005-02-21T22:13:00.000-08:00</published><updated>2005-02-21T22:15:32.730-08:00</updated><title type='text'>Shahabat</title><content type='html'>Assalamu'alaikum..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pa kabar sahabat..&lt;br /&gt;Sedang apa dikau..&lt;br /&gt;Mengapa harus bertanya?&lt;br /&gt;Padahal engkau disampingku..&lt;br /&gt;siapakah engkau yang disampingku..&lt;br /&gt;Engkau adalah Akhyar Aziz bin Zainul Arifin..&lt;br /&gt;Mengapa kau tak menjawab salamku?&lt;br /&gt;Akhirnya dikau menjawab dan tesenyum&lt;br /&gt;Betapa bahagianya hati ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10994924-110905293272929642?l=alkhalily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alkhalily.blogspot.com/feeds/110905293272929642/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10994924&amp;postID=110905293272929642' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10994924/posts/default/110905293272929642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10994924/posts/default/110905293272929642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alkhalily.blogspot.com/2005/02/shahabat.html' title='Shahabat'/><author><name>alkhalilyside</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13568945421973589744</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10994924.post-110903773262144372</id><published>2005-02-21T17:45:00.000-08:00</published><updated>2005-02-21T18:02:12.623-08:00</updated><title type='text'>Ghuroba (Orang Yang Dianggap Asing)</title><content type='html'>Al Fudlail bin Iyyadl berkata :&lt;br /&gt;"Ikutilah jalan-jalan petunjuk! Dan tidak akan merugikanmu meskipun sedikit orang yang menempuhnya. Sebaliknya jauhilah jalan-jalan kesesatan! Dan jangan tertipu dengan banyaknya orang-orang yang celaka di dalamnya." (Al I'tisham 1/112)&lt;br /&gt;Al Hasan Al Bashry berkata :&lt;br /&gt;"Amal yang sedikit dalam Sunnah lebih baik daripada amalan yang banyak di dalam bid'ah." (Tahdzibut Tahdzib 10/180)&lt;br /&gt;Beliau juga berkata :&lt;br /&gt;"Wahai Ahlus Sunnah, berteman baiklah kalian! --Semoga Allah merahmati kamu-- sesungguhnya kalian adalah kelompok manusia yang sangat sedikit jumlahnya." (Al Lalikai 1/57 nomor 19)&lt;br /&gt;Dari Yunus bin Ubaid ia berkata :&lt;br /&gt;"Seorang yang disampaikan kepadanya As Sunnah kemudian menerimanya akhirnya menjadi orang yang asing namun lebih asing lagi adalah yang menyampaikannya. (Beruntunglah orang-orang yang asing, pent.)." (Al Lalikai 1/58 nomor 21 dan Al Hilyah Abu Nu'aim 3/12)&lt;br /&gt;Abu Idris Al Khulaniy berkata :&lt;br /&gt;"Saya mendengar bahwa dalam Islam ini terdapat tali tempat bergantung manusia dan tali itu akan terurai seutas demi seutas tali maka yang pertama terlepas dari tali itu adalah sifat halim (lemah-lembut) dan yang paling akhir adalah shalat." (Ibnu Wudldlah 73)&lt;br /&gt;Dari Ibnul Mubarak dari Sufyan Ats Tsauri ia berkata : "Berwasiatlah kamu terhadap Ahlis Sunnah dengan kebaikan karena sesungguhnya mereka adalah Ghuraba' (orang-orang yang asing)." (Al Lalikai 1/644 nomor 49-50)&lt;br /&gt;Dari Yusuf bin Asbath ia berkata, saya mendengar Sufyan Ats Tsauri berkata : "Jika kamu mendengar berita bahwa di belahan bumi timur ada seorang Ahli Sunnah dan di barat ada seorang Ahli Sunnah, kirimkanlah salam buat keduanya dan doakan kebaikan untuk mereka! Sungguh alangkah sedikitnya Ahlus Sunnah wal Jamaah itu." (Ibid)&lt;br /&gt;[Taken from : kitab Lamudduril Mantsur minal Qaulil Ma'tsur, karya Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan Al Haritsi. Edisi Indonesia Kilauan Mutiara Hikmah Dari Nasihat Salaful Ummah, Diterjemahkan oleh Ustadz Idral Harits]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10994924-110903773262144372?l=alkhalily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alkhalily.blogspot.com/feeds/110903773262144372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10994924&amp;postID=110903773262144372' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10994924/posts/default/110903773262144372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10994924/posts/default/110903773262144372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alkhalily.blogspot.com/2005/02/ghuroba-orang-yang-dianggap-asing.html' title='Ghuroba (Orang Yang Dianggap Asing)'/><author><name>alkhalilyside</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13568945421973589744</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-10994924.post-110903647701115505</id><published>2005-02-21T17:39:00.000-08:00</published><updated>2005-02-21T17:41:17.013-08:00</updated><title type='text'>Pembuka</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hari ini saya coba tuk menulis di blogspot.. bisa ga ya?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/10994924-110903647701115505?l=alkhalily.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alkhalily.blogspot.com/feeds/110903647701115505/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=10994924&amp;postID=110903647701115505' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10994924/posts/default/110903647701115505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/10994924/posts/default/110903647701115505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alkhalily.blogspot.com/2005/02/pembuka.html' title='Pembuka'/><author><name>alkhalilyside</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13568945421973589744</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
